Langsung ke konten utama

Cara Membersihkan Hati dan Pikiran dari Hal Negatif

Cara Membersihkan Hati dan Pikiran dari Hal Negatif

Hidup dalam ketenangan dan kebahagiaan adalah dambaan setiap manusia, namun itu semua akan sulit hadir apabila hati danpikiran kita dipenuhi dengan hal-hal negatif. Bagaimana Cara Membersihkan Hati dan Pikiran dari Hal Negatif ? 


MARI MEMBERSIHKAN PIKIRAN DAN JADIKAN HIDUP LEBIH BAHAGIA

Pagi! Mari sejenak kita memikirkan satu hal menarik berikut ini. Mungkinkah selembar daun kecil bisa menutupi bumi yang luas ini? Menutupi telapak tangan saja sulit. Namun, bila daun kecil itu menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi ini.

Sama halnya dengan diri kita ini. Bila diri kita ditutupi pikiran buruk sekecil apapun, maka kita akan melihat keburukan di mana-mana. Untuk itu, jangan pernah menutupi mata kita walau hanya dengan daun kecil. Jangan menutupi diri kita dengan pikiran buruk, walau hanya seujung kuku.

Air di lautan yang luas takkan pernah sanggup menenggelamkan sebuah perahu kecil di atasnya. Kecuali, perahu itu dimasuki oleh air.

Demikian juga dengan kehidupan kita ini. Gosip, kejahatan, dan segala hal negatif akan selalu ada di sekeliling kita.
Namun semua itu takkan mampu menenggelamkan kita, kecuali kita membiarkan semua itu masuk dalam pikiran kita.

MENJAGA PIKIRAN ITU BUKAN TANGGUNG JAWAB ORANG LAIN, NAMUN ITU TANGGUNG JAWAB MASING-MASING DARI KITA.

Kita harus mampu menemukan Cara Membersihkan Hati dan Pikiran dari Hal Negatif ? 

Lalu bagaimana Cara Membersihkan Hati dan Pikiran dari Hal Negatif dan menjaganya untuk tetap selalu bersih. Untuk tetap mampu melihat segalanya lebih bijaksana dan merasakan kebahagiaan hakiki di dunia hingga akhirat kelak.

Postingan populer dari blog ini

Satu-Dua Orang Tidak Menyukaimu Itu Biasa. Bukan Berarti Kamu Gagal jadi Makhluk Sosial

Kita hidup di dunia ini bersama banyak orang lainnya. Mulai dari keluarga, teman, hingga rekan kerja. Masing-masing mempunyai sifat yang berbeda. Karena itulah tak semuanya cocok menjalin hubungan pertemanan. Ada orang yang langsung  klop  denganmu walau belum lama berkenalan. Sebaliknya, ada juga orang yang bersikap kurang enak padamu. Sebetulnya kenapa ya? Barangkali kondisi itu membuatmu resah. Apalagi kamu mulai sadar bahwa semakin dewasa,  jumlah temanmu kok semakin sedikit ya? Jangan-jangan memang ada yang salah? Wajar saja, manusia memang punya keinginan dasar untuk disukai sesama. Kamu jadi merasa bersalah kalau ada orang-orang yang membencimu, dan merasa merasa gagal sebagai makhluk sosial. Namun sebetulnya, apakah wajar jika kamu tak disukai oleh orang lain? Tak disukai satu dua orang itu biasa. Bukan berarti kamu jahat atau gagal sebagai manusia Tak perlu khawatir via  unsplash.com Jika tak disukai banyak orang sekaligus, mungkin mema...