Langsung ke konten utama

"BERSIAPLAH SEBELUM GARIS START"

Ketika sebuah kompetisi atau perlombaan akan berlangsung, banyak peserta hanya berpikir tentang garis start hingga tanda finish.

Mereka mempersiapkan diri setelah ada aba-aba dimulai, Umumnya mereka akan kalah, mengapa? Persiapan mereka tidak matang.

Orang yang hanya mempersiapkan diri menjelang pertandingan,sangat sedikit memperoleh keberuntungan, apalagi kalau peserta banyak, ratusan atau ribuan orang, maka untuk menjadi 5 besar tentu akan mengalahkan ratusan atau ribuan orang bukan?

Bagaimana mungkin kita menjadi pemenang, kalau hanya menjelang perlombaan ada persiapan? Keberhasilan pemenang bukan main sulap atau untung-untungan, seperti pemenang lomba undian (lucky draw).

Pemenang memiliki strategi, pengalaman, disiplin dan persiapan yang matang. Mereka tidak memandang garis start, karena garis itu baginya pertanda lomba dimulai. Persiapan calon pemenang telah dimulai sejak lama, jauh hari sebelum pertandingan. Mereka sudah melatih diri, berkali-kali telah mengikuti perlombaan, sering kalah, tetapi tidak berhenti dalam kegagalan. Selalu memperbaiki cara kerja dan cara pandang, memperkuat motivasi mengapa harus ikut lomba atau kompetisi, membayangkan suatu saat menjadi orang yang pertama berhasil melewati garis finish.

Persiapan pemenang bukan menjelang garis start, tetapi jauh sebelum ada lomba. Kalau Anda mau menjadi pemenang, jangan memulai diawal pertandingan, Lakukanlah jauh sebelumnya, seakan Anda sudah berlomba walupun belum ada pengumuman garis start.

Postingan populer dari blog ini

Satu-Dua Orang Tidak Menyukaimu Itu Biasa. Bukan Berarti Kamu Gagal jadi Makhluk Sosial

Kita hidup di dunia ini bersama banyak orang lainnya. Mulai dari keluarga, teman, hingga rekan kerja. Masing-masing mempunyai sifat yang berbeda. Karena itulah tak semuanya cocok menjalin hubungan pertemanan. Ada orang yang langsung  klop  denganmu walau belum lama berkenalan. Sebaliknya, ada juga orang yang bersikap kurang enak padamu. Sebetulnya kenapa ya? Barangkali kondisi itu membuatmu resah. Apalagi kamu mulai sadar bahwa semakin dewasa,  jumlah temanmu kok semakin sedikit ya? Jangan-jangan memang ada yang salah? Wajar saja, manusia memang punya keinginan dasar untuk disukai sesama. Kamu jadi merasa bersalah kalau ada orang-orang yang membencimu, dan merasa merasa gagal sebagai makhluk sosial. Namun sebetulnya, apakah wajar jika kamu tak disukai oleh orang lain? Tak disukai satu dua orang itu biasa. Bukan berarti kamu jahat atau gagal sebagai manusia Tak perlu khawatir via  unsplash.com Jika tak disukai banyak orang sekaligus, mungkin mema...